Thursday, November 23, 2006

Catat: Bush Tinggal Kenangan

Kedatangan Bush kemarin ke Indonesia (20 November 2006) sangat menyedot perhatian banyak orang. Bukan hanya orang-orang di Bogor aja, tapi juga diseluruh tanah air, yang ditandai dengan rebaknya aksi penolakan bush diberbagai daerah.
Bush. Apa sih yang membedakan dia dengan Ahmadinejad, Mahatir Muhammad, PM Toni Blair, PM Australia yang juga pernah datang ke Indonesia? Sama-sama presiden, sama-sama berpengaruh dan sama-sama orang penting. Seharusnya mereka semua sama-sama mendapat perlakuan yang sama-sama juga... (Nah loh!!)
Lah iyalah.. apa karena AS adalah negara yang sangat berpengaruh di dunia (menurut Dewi Fortuna Anwar seh AS tuh bukan negara adidaya lagi, tapi HyperPower...) dan Indonesia takut kalau tidak menjamunya dengan sangat istimewa... Takut ya Bro??? Hehehe kasian deh loch!!
Dewi sendiri seh gak keberatan siapa aja yang mau datang ke Indonesia, sejauh itu tidak merugikan banyak orang. Tapi pada kenyataannya kemarin, waduh, semua instansi meliburkan pegawainya, sekolah libur, yang kerja libur, pasar sepi. Singkat kata, Bogor tuh bak kota mati.
Ngga muna deh dewi, enak sih dapet liburnya. Tapi libur juga kalo seperti di penjara mau ngapain...
Belum lagi ribuan tentara yang "dipajang" disepanjang jalan, membuat Bogor jadi Forbidden city, kota angker, serem!
Yang buat dewi kesel, itu loh, helipad yang rencanany dipake bush di kebun raya, gak jadi di pake.
Padahal, pembangunan helipad itu membutuhkan "pengorbanan" yang sangat besar dari pohon-pohon yang ada disekitar KRB.
Duh kalau ntu pohon dibangun jadi orang, dia pasti nimpukin yang buat deh (deuu kaya iklan aja)..
Tapi bagus deh gak jadi di pake, so tanaman gak pada rusak kena anginnya...
Yah, cukup sekali deh ngalamin orang penting kaya bush dateng. Untung cuma 6 jam, coba kalo seminggu, Gak kuat!!

Wednesday, November 22, 2006

Melo?? Gak gue banget deh!!

Sumpeh deh, kemaren waktu pulang tuh kok dewi gak seperti biasanya. Sepanjang perjalanan pulang kantor, yang kebetulan waktu itu macet banget di POMAD sampai Ciluer, entah kenapa tiba-tiba mata dewi berair. Dewi nangis... Bener!!
Ngantuk??
Ngga!!
Kelilipan??
Juga ngga!!
Dewi lagi ngabayangin diri dewi sendiri. Dan tiba-tiba tanpa ada perintah ngucurlah air mata. Untung dewi duduk di pojok dan gak ada yang perhatiin karena mereka juga sibuk dengan khayalan mereka masing-masing.
Mungkin dewi emang lagi suntuk yah. Tapi suntuk karena apa dewi gak tahu. Dan siangnya dewi masih enjoy dan happy fun aja kok. Masih rapat dikantor, ketawa ketiwi ama pak agus, igun dan lili.
Sorenya di traktir lili makan juga masih fun.
Trus di ajak keliling ama si lia yang ternyata cuma beli dompet super mini untuk recehan setelah keliling 1 jam juga, masih fun.
Tapi kenapa waktu di jalan tiba-tiba nangis yah.
Dewi waktu itu merasa sepi, sendiri. Dewi seprti kehilangan banyak teman, gak ada yang merhatiin.. Gak tahu deh, bingung!!
I Feel lonely saat itu.
Dewi sms abah, eh malah dibilangin dewi cengeng. Dasar abah caplang.
Tapi begitu sampe rumah, yah udah lupa lagi, dan bisa becanda lagi ama laron-laron kecil... Thank my niece and my nephew..
Jadi kalo ada yang bilang gue melo, ehmm gak gue banget deh!!
Masalah kenapa kemaren dewi bisa nangis??
MENE KE TEHE!!!

Friday, November 17, 2006

Corporate Social Responsibility Seminar

Kemarin dari kantor (15-16 Nov) dewi ikut seminar CSR (Corporate Social Responbsibility) di Hotel Bororbudur, Jakarta . Inti seminar itu sih, bagaimana tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat. Pada dasarnya seminar itu bagus, bagaimana perusahaan dapat mampu berkembang. Dan dalam perkembangan perusahaan tersebut sebenarnya ada turut campur masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Karenanya, boleh jadi CSR ini bisa dikatakan sebagai bayar Hutang atas apa yang telah "diberikan" masyarakat sekitar kepada perusahaan.
Dalam perkembangannya kini, CSR bukan hanya "dinikmati" oleh masyarakat sekitar perusahan itu beroperasi, namun juga skala nasional, sehingga stakeholdernya menjadi semankin luas.
Contohnya, sampoerna yang memberikan program beasiswa kepada pelajar berprestasi, unilever dengan lifebuoynya membuat MCK di beberapa sekolah dan banyak lagi. semua pembicara, Top, dewi salut, cukup memberi motivasi bagi dewi yang kelak akan menjadi pengusaha hebat yang HARUS memiliki tanggungjawab sosial pula kemasyarakat.. hehehehe AMIN!!!
Namun dari rangkaian seminar kemarin, ada satu pembicara yang sangat dewi kagumi, pak Palgunadi T Setiawan. Dalam ceramahnya, Pal mengatakan, bahwa umumnya kita hidup berdasarkan target dan tujuan. Apa itu salah?? Tentu tidak. Namun kita lupa, sebenarnya ada yang lebih dari hanya sekedar target dan hasil yang kita dapat, tapi rasa bersyukur dalam menjalani kehidupan. Umumnya kita kurang mensyukuri apa yang telah kita dapat (namun bukan dalam target kita). Misalnya target kita Z, tapi tanpa kita sadari, sebenarnya kita telah mendapat a, b, c, d dst.. Tapi kita lupa bersyukur kepada yang maha pemberi, ALLAH.
Dan juga hampir sebagian dari kita lupa, bahwa dalam kita meraih sukses yang telah kita dapat, ada juga bantuan dan campur tangan dari banyak pihak. Oleh karenanya, setelah kita menikmati apa yang kita dapatkan, jangan lupa kebahagiaan kita harus dibagi secara berjamaah atau bersama-sama........
Diluar itu, ada satu peserta yang bertanya, "Pak, kenapa yah, saya selalu berfikiran negatif kepada orang lain. Kalau ada motor yang diberhentikan polisi, pasti saya menduga, akan dimintain uang. Padahal belum tentu."
Ugh, ibarat gada besar, itu sangat nyindir dewi banget!!!!!!!
Yah, pak Pal bilang, setiap kita semestinya mendapatkan CBT (Cognitif Behaviour Therapy) untuk menghilangkan sikap yang selalu negatif thingking... Yah, gak salah juga sih pandangan mereka, karena sistemlah yang membuat polisi, atau pengendara, atau semua pihak wajib di suudzonin...
Yah, semoga saja dewi apabila menjadi seseorang yeng memiliki posisi lebih bisa menyadari akan makna kemersamaan dan tanggung jawab. Semoga bisa, karena dewi pernah mengalami masa-masa sulit..
hehehe.........

RENUNGAN Kopi dan Cangkir

Dewi dapat renungan bagus deh dari email teman... berikut petikan renungan itu:
KOPI DAN CANGKIR
Sekelompok alumni sebuah perguruan tinggi terkemuka, yang telah mencapai kedudukan atau keberhasilan karir yang baik, bersilaturahim di rumah dosen pembimbing mereka dahulu, seorang profesor yang bersahaja. Mereka sangat terlena dengan perbincangan yang akrab dengan beragam topik.Sampailah mereka ke dalam perbincangan topik ‘stress’. Sindrom tekanan hidup yang mereka alami, dikeluhkan berulang-ulang. Beberapa diantaranya, saling menguatkan keluhan itu, sehingga menambah kekecewaan dan rasa pesimis. Melihat perbincangan yang tidak sehat itu, sang professor tersenyum simpul dan meminta izin sebentar untuk ke dapur.Sang professor bergabung kembali ke dalam ruangan dengan membawa nampan berisi beberapa jenis cangkir dan gelas serta sebuah teko berisi kopi hangat. Hal yang sangat tidak lazim adalah dibawanya cangkir dan gelas yang beragam itu. Ada yang diperbuat dari porcelain, plastik, kaca dan kristal. Ada yang kelihatan biasa dan ada pula yang kelihatan sangat mahal. Professor itu mempersilahkan mereka menuang sendiri kopi tersebut.Setelah semua anak didiknya mengambil kopi masing-masing, professor itu berkata:"Mohon diperhatikan dengan teliti. Bukankah, semua cangkir dan gelas yang cantik dan mahal telah diambil, dan menyisakan cangkir dan gelas yang biasa dan kelihatan murah. Ini adalah keadaan yang sangat biasa, yaitu kita menginginkan yang terbaik dalam hidup. Tetapi, tidakkah Anda semua menyadari, bahwa terletak pada cara pandang inilah, semua masalah dan ‘stress’ yang menakutkan itu berpangkal.”"Apa yang sebenarnya Anda perlukan adalah kopi, bukan wadahnya, tetapi Anda semua lebih memperhatikan dan lebih tertarik untuk memilih wadah tercantik.dan termahal. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah, Anda sibuk memperhatikan wadah yang telah diambil oleh orang lain."”Kehidupan adalah kopi. Jabatan, uang, dan kedudukan di dalam masyarakat adalah wadah tersebut. Wadah itu hanyalah alat untuk nenampung, dimana sesuatu yang akan ditampungnya adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan tidak berubah hanya karena alat tampungnya yang berubah. Kadangkala kita terlalu fokus kepada wadah yang kita pegang hingga kita gagal untuk menikmati kopinya. Dan yang lebih menyedihkan, Anda semua sibuk memperhatikan dan beriri hati atas wadah yang dipegang orang lain.””Nikmatilah kehidupan yang ada” Karena kebahagiaan itu sederhana dan harus diputuskan sekarang. Maka ber-bahagia- lah. Smoga keikhlasan anda bekerja hari ini bukanlah semata untuk mencari Cangkir yang gemerlap

Tuesday, November 14, 2006

Seminar Heboh

KEmarin (13/11) dewi ngeliput seminar tentang revitalisasi pangan di Hotel RedTop jakarta. Sengaja dewi datengnya siang karena dewi gak mau dengar kata sambutan. So waktu dateng dah tinggal materi aja. Ya, udah, akhirnya dewi berangkat dari bogor naik kereta api.
Eh, dasar orang Indonesia, begitu dewi sampe, disana pun ternyata juga telat hampir 1 jam. Yah udah, akhirnya sempet ngedengerin kata sambutan juga.
Dah gitu, pas giliran kata sambutan dari Pak Prabowo selaku ketua umum HKTI, tiba-tiba ditengah sambutannya ada yang teriak.., GEMPA... GEMPA... Meski dewi gak sempat panik, (karena dewi gak kerasa,) tapi aif erdavit (teman paling bocor) ikut ngerasain. Acara juga sempat berhenti sekitar 1 menit. Dan suasana kembali tenang. Dan pak prabowo nerusin kembali materinya. Beberapa lama kemudian, kali ini dewi ngerasain getaran di meja dewi. dan dewi liat juga gelas pada goyang. Tapi kok orang-orang pada cuek. Gak ngerasa kali ye... Dewi langsung pucet loh dan deg-degan... Apalagi si bocor bilang "Dah siap mati belom?" DASAR BOCOR EDAN!!!!!!!!
Gak cuma sekali, tapi getarannya dewi rasakan berkali-kali. Orang-orang pun ikut ngerasain, tapi gak pada panik.
Nah, pada waktu makan siang. Tiba-tiba, blep, MATI LAMPU!! Dan seminar pun sempat di tunda beberapa saat. Tapi karena gak nyala-nyala, akhirnya seminar dilanjutkan.
Selama seminar, beberapa kali lampu blep, nyala, mati, nyala, mati... Tapi,suasana tetep hening, kenapa yah?? Biasanya kalau kacau dikit aja orang kitakan langsung heboh...
Eit eit eit tunggu, ternyata banyak dari pesertanya yang "TEWAS" alias "TIDUR"... duh kaya anggota DPR aja yang cuma duduk dan dengar... Oh, mungkin karena mereka kekenyangan yah habis makan siang tadi... Ditambah suasana ruang yang remang-remang dan dingin, Sangat menunjang mata untuk terpejam...
Wah Piye iki...
Padahal materi yang diberikan cukup bagus dan menyangkut hajat hidup orang banyak, REVITALISASI PANGAN... Gimana neh.....
Numpang pesan sponsor dikit ah... Mati lampu kemaren tuh seharusnya buat kita jadi sadar kalo energi kita kian berkurang dan menipis. Makanya kita harus irit-irit pake listrik jangan sampai kita mengalami zaman yang krisis energi... Walaupun pada suatu ketika itu akan terjadi juga.........
Makanya irit listrik!!!!!!!

Friday, November 10, 2006

Seksi?? Biasa aja tuh.

Tadi pagi dewi agak males banget kerja (males terus yah, kapan semangatnya? hehe). Habis lagi asyik main puzzle ama de afu di rumah. Tuh anak pinter banget, baru 2 tahun dah bisa nyusun puzzle gambar pisang sendiri.. top bgt dek.
Akhirnya dewi berangkat kerja juga. seperti biasa dewi naik bis. Dan dewi duduk di kursi nomer 3. Nah didepan dewi duduk mba-mba (sekitar 25 tahun) dan bapak-bapak. Tuh bapak keliatannya alim deh, soalnya jenggotnya lebat banget (hehe alim masa diliat dari jenggot seh). Nah, dugaan dewi ternyata keliru, tuh bapak kok ngeliatin mba-mb yang duduk disampingnya terus... Liatin terus. Kadang ngeliat ke luar jendela sih (tapi jarang)... Dewi fikir kenapa sih tuh bapak, ngliatin si mba terus. Perasaan si mba biasa aja (dari belakang).. Sampe akhirnya dewi sebel sendiri, karena semua cowok yang ada di bus tuh ngeliatin cewek itu juga... (Iri,,,?? Ngga lah yaw!!!).. Dewi fikir, kenapa sih orang, perasaan tuh cewek bener-bener (BIASA AJA TUH).. Nah jawabannya akhirnya dewi temuin ketika tuh cewek turun di Talang. Ternyata baju si cewek duhhhh minim banget, sampe belahan dadanya keliatan. Dah gitu bajunya pendek banget sampe waktu dia berdiri (maaf) bokongnya keliatan... Dah gitu bajunya ketat lagi.... Duh, Pantes aja semua mata tertuju padanya... Bahkan kondektur aja kalo mau nagih liatin dia terus... (Dewi tuh dari dulu suka memperhatikan setiap gerak-gerik orang, kaya detektip gitu hehehe)
Huuu, gimana mereka gak nafsu kalo si cewek sendiri dandannya naujubile gitu. Apa tuh cewek gak risih yah diliatin banyak orang gitu, apa dia gak nyadar, atau dia gak mau tahu? Kasian....
Mana ada sih kucing yang nolak dikasih ikan asin (kecuali kucing persia kali yeeee)
Yah, gitu deh crita dewi.......

Thursday, November 09, 2006

Interpiu, ato bakat nulis?

Hari ini, sebenarnya dewi ada interview untuk Tempo di Gedung Jakarta Desain Center jam 8 tadi pagi. Tapi sayang, setelah konsul ke berbagai pihak seperti mamah, mba pida, akhirnya dewi gak diijinin untuk interview disana. Katanya jauhlah. mengingat kondisi dewi yang pernah sakit parah, bayangin 3 bulan gak bisa jalan. "Emang kamu mau sakit kaya kemarin lagi," kata mama yang membuat dewi jadi berfikir ulang. Padahal dewi tuh dah ambisi banget untuk jadi wartawan yang "galak".
Dewi bilang aja, ke mama, "Emang ntar dewi sakit lagi apa kalo kerja disana?" Jawaban mba pida, "Yah siapa yang tahu, ntar dari pada kamu seperti kematin, kerja pagi sampai malam, dah ngumpulin uang banyak, eh tahunya untuk berobat. Kalo emang punya bakat nulis, ketapa kamu gak nulis aja dirumah dan kirim ke penerbit. Yang penting kamu jangan cape,"
Duh mba pida, kaya nenek-nenek aja.
Tapi dewi pikir bener juga mama dan mba pida. Dari pada dewi sakit... Tapi siapa sih yang mau sakit.. Yah jaga-jaga aja, dan dewi juga tahu kondisi dewi yang belakangan ini agak kurang fit.
Nyesel juga seh, bayangin, kesempatan didepan mata dilepas begitu saja. TApi dewi yakin, Allah maha adil dan bijaksana. Ia pasti akan membalas yang lebih baik kalau dewi ikhlas dan menurut kemauan orang tua yang baik...
aminnn

Monday, November 06, 2006

I Don't Like Monday.... Oh Noooo

Yah, udah senin lagi.. I don't like monday sepertinya dah nyangkut ke dewi neh... Biasanya dewi gak terlalu semalas ini yah.. Gak tahu kenapa, mungkin tugas tulisaan dewi untuk bulan ini lebih banyak... Bayangin aja, untuk Edisi II majalah, dewi kebagian 11 tulisan. Gile banget, sementara ada temen dewi yang cuma daper 5 tulisan. Gak adil sih, tapi apa boleh buat... Jalanin aja broo.... Itung-itung latihan jadi penulis profesional...
Dah males berangkat, eh di jalan macet banget... Di jalan baru talang gak tahu kenapa macet banget. Sepertinya lampu merahnya mati deh, so semua mobil pada berkumpul ditengah jalan,,, akibatnya MACETTT!!!

Ih, Dewi malasssssss!!!!!!!!!!!

Wednesday, November 01, 2006

Kuntilanak? Siapa Takut!!!

Hari kedua kerja, wi diajak jalan and nonton ama sigit. Duh, padahal masih banyak kerjaan numpuk dikantor. Wi masih punya utang 2 tulisan lagi. Untung aja tulisan lifestyle dah kelar. Ya udah deh akhirnya kita nonton juga ke 21. Kalau kemaren wi dah nonton Denias, target utama kita sekarang nonton KUNTILANAK. Ternyata di Bioskop dah penuh dengan calon penonton. Dan kita akhirnya kebagian duduk dibarisan kedua dari depan. Busyet dah, kuliah aja Wi gak pernah duduk sedepan ini... Oke deh, demi KUNTILANAK, Wi rela duduk di depan. Mau tahu cerita si KUNTI itu???
Ceritanya bermula dari si Sam (diparankan Julie Estelle) yang lagi mencari kos yang murah. Dapetlah sebuah tempat yang sangat angker. (Kalo Wi sih, walau gratisan kaga mau dah kost ditempat penjagalan itu).
Tapi ngomong-ngomong, sepertinya wi kenal deh ama tempat itu, Mas Rizal, itu Sylva di IPB bukan?? Hayo ngaku deh Mas, soalnya ada Pak Matjik juga di film itu. Aktingnya lumayanlah, walau cuma 30 detik aja.... Wah pak matjik, calon peraih oscar juga neh, saingannya Brad Pitt.
Nah, si Sam sebenarnya tahu rumah itu berangker. Dia tahu dari tetangga di dekat kos itu kalau kos itu ada kuntilanaknya... Tapi induk semangnya malah kasih tahu, kalau kuntilanak itu cuma mitos orang jawa aja. Jangan terlalu di percaya... Kuntilanak bisa dimana aja kalau dipanggil ama tembang jawa (durmo). Waktu si indung semang nyanyiin durmo ada keanehan pada diri sam, dia seperti merasakan sesuatu dalam tubuhnya. ternyata si Sam itu punya bakat juga manggil kuntilanak. Nah Durmo itulah yang jadi mantra untuk manggil si Kunty itu.
Filmnya gak terlalu beragam cerita. Pokoknya intinya, setiap si Sam merasa terzolimi atau ada yang tidak sepaham dengannya, pasti si rivalnya akan mati. Mulanya, Sam tiba-tiba akan bergending Durmo. Trus tiba-tiba wajahnya berubah aneh. Kalo udah nembang, calon korban pasti hidungnya mimisan. Dan gak lama pasti di korban akan mati dengan wajah yang menyeramkan dan kepala terbalik. Katanya kalau matinya kepala terbalik, berarti matinya karena si Kunty itu.
Satu persatu korban terus berjatuhan. Pada akhirnya Agung (Evan Sander) kekasih Sam juga mengalami hal serupa, ia menjadi target Kunti. Tapi untung gak sampe kejadian. Sam keburu nyelametin dia. Caranya, Sam membuka ruang di lantai dasar yang Pantang untuk dimasuki siapun. Ternyata benar, si agung ada disana dalam kondisi tubuh berdarah. (Gak tahu diapain sampe bisa berdarah gitu, sayang gak diceritain detail). Di ruang itulah Sam tahu rahasia Kunti. Ternyata itu adalah peliharaan dari si empunya rumah (namanya lupa). Lantas si empunya itu beradu nembang sama sam, sayang, Kunty Sam lebih hebat. si empunya rumah akhirnya mati.. Pastinya dengan wajah terbalik broo...
Terakhir, jadilah sam penunggu rumah, ia gak mau pindah rumah itu dan pewaris ilmu Kunti.. Katanya Sing Kuat Sing Melihara.. Yang kuat yang bisa melihara si Kunty itu..
Buat semua pecinta horo, bolehlah nonton film ini sebagai referensi, walau banyak gak masuk akalnya... Iyalah!!! Dan buat Yang penakut ama KUNTILANAK... Jangan Takut, sebab..............
Jika suara itu muncul dengan keras ia berarti jauh... sangat jauh..
Tapi jika suara itu terdengar jauh... Maka ia berada tepat dibelakangmu.... Siapkan kepalamu...
Saran wi, mending sekarang kemana-mana loe pake helm aja, toh yang diencer kunti kan kepala, so, pasti dia gak akan ngeh deh.. hehehe...
Sori yah Mbah Kun