Denias Senandung Di Atas Awan
Wah, wi salut sama film ini. Jarang loh ada film yang mau angkat tentang kebudayaan negeri seperti Denias ini. Mungkin karena selera pasar yang lebih seneng ama film tema horor atau percintaan yah.
Menurut wi film ini mengobati kerinduan akan film anak-anak yang berbobot. Mau tahu cuplikan seru filmnya?
Cerita ini diangkat dari sebuah kisah nyata seorang anak dari Desa di pedalaman Papua. Ia bernama Denias. Keinginan Denias untuk sekolah amatlah besar. Padahal lingkungan disekitarnya tidak terlalu mementingkan pendidikan. Bagi mereka, seorang anak hanya untuk membantu orang tua mereka bekerja.
Untunglah Denias memiliki ibu yang sangat mendukung ia untuk sekolah. Kata ibunya, "Denias, gunung di sana takut sama orang yang sekolah,". Itulah kalimat yang selalu terngiang dibenak Denias. Terlebih sebelum ibunya meninggal akibat kebakaran yang manghanguskannya, ia sempat berwejangan, "Denias kamu harus pintar, kamu harus sekolah,"...
Denias sedih kehilangan ibunya, tapi ia tetap semangat untuk sekolah.
Kesedihannya bertambah saat pak Guru (diperankan oleh Mathias Muchus) akan pergi ke Jawa meninggalkannya.
Untunglah kesedihannya tidak bertambah, karena ada Maleo (diperankan Ari Sihasale). Seorang tentara yang mencoba membantu anak-anak di sana untuk terus belajar. Maleo itulah yang membuat Denias semangat. Sebelum Maleo pergi meninggalkan Denias, ia memberi saran agar Denias pergi ke suatu tempat yang ada sekolah yang lebih baik agar Denias bisa belajar.
Akhirnya, untuk mengejar cita-citanya bersekolah, Denias pergi menuju kota tempat sekolah yang dikatakan Maleo berada. Selama 10 hari Denias berjalan menelusuri pegunungan, sungai, hutan hanya untuk sekolah. Hingga sampai seorang guru, Bu Sam (Marcella Zalianti) melihat begitu besar keinginan Denias untuk sekolah. Meski melawan aturan Yayasan, Bu Sam bertekad untuk membantu Denias sekolah. Akhir cerita, Denias sudah bisa sekolah sesuai yang diharapkannya. Konon kabarnya kini ia meraih Beasisiwa di Australia dari PT Freeport.
Terlepas dari itu, film ini sangat mendidik dan memberikan pesan tanpa memberi maksud mengajarkan kepada penontonnya.
Salut untuk Denias. Hidup perfilman Indonesia...
Mba Nia, ditunggu lagi yah film yang mengangkat budaya Indonesia lainnya...

0 Comments:
Post a Comment
<< Home